Chat with us, powered by LiveChat

Banggai menjadi tuan rumah turnamen memancing internasional

Turnamen memancing internasional akan diadakan di Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah pada bulan September sebagai bagian dari program pemerintah untuk mempromosikan wisata bahari.

Agen Taruhan Casino Slot Online – Kepala pengembangan pariwisata bahari di Kementerian Pariwisata, Indroyono Soesil, mengatakan di Jakarta pada hari Senin bahwa Turnamen Perikanan Tuna Internasional Banggai (BITFT) tiga hari 2019 akan mengikuti acara penangkapan ikan pariwisata nasional tahun lalu yang juga diadakan di Banggai.

“Setiap daerah di Indonesia memiliki karakteristik uniknya sendiri dalam wisata bahari. Kami menyadari ada satu potensi wisata bahari yang masih belum ditempa, dan itu adalah wisata memancing, “katanya.

Indroyono mengatakan turnamen itu adalah bagian dari upaya untuk mempromosikan pariwisata memancing, yang masih relatif belum dimanfaatkan dibandingkan dengan wisata bahari lainnya seperti menyelam, selancar pesiar, dan berperahu pesiar

“Kami ingin meningkatkan devisa dari pariwisata bahari Judi slot online yang nilainya bisa tujuh kali lebih besar dari pariwisata biasa, yang berjumlah US $ 1.100 per orang per kunjungan,” tambahnya.

Banggai dikenal karena ikan kardinal Banggai endemik. Ini juga merupakan kabupaten dengan ekonomi dengan pertumbuhan tercepat, dengan pertumbuhan 9 persen pada tahun 2018. Pada kuartal pertama, kabupaten ini menerima sekitar 2.500 wisatawan domestik dan lebih dari 200 turis asing.

Turnamen ini akan menargetkan 250 peserta, yang akan dikelompokkan menjadi 50 tim. Upacara pembukaan akan diadakan pada 26 September, sedangkan turnamen akan dimulai pada 27 September pukul 8 pagi. Turnamen akan diadakan di dua wilayah, Pelabuhan Tangkian pada hari pertama dan desa Bonepuso pada hari kedua. Penjurian akan dilakukan setiap hari setelah kegiatan memancing.

“Sekitar 20 orang telah mendaftar dari Indonesia, Malaysia dan Timor Leste. Lebih banyak peserta diharapkan dari Filipina, Australia, Singapura, Prancis, dan Jepang, ”kata Benyamin Pongdatu, kepala dinas perikanan laut.

Ada 10 spesies ikan selain tuna yang diizinkan dalam turnamen. Mereka adalah marlin (menangkap dan melepaskan), kuwe, escolar, lemadang, kerapu, kakap, barakuda, ikan tenggiri, ikan terbang dan amberjack.

Menilai akan fokus pada bobot tangkapan. Total hadiah uang berjumlah Rp 500 juta, termasuk hadiah tambahan Rp 100 juta untuk peserta yang mampu menangkap tuna sirip kuning seberat 100 kilogram.

Dalam mempersiapkan turnamen, panitia telah menyiapkan 30 kapal. Peserta juga diperbolehkan membawa perahu sendiri, namun standar akan ditentukan oleh juri. (tkp)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *