Bangunan Hijau Daerah Jakarta Butuh Pelestarian Lingkungan

Bangunan Hijau Daerah Jakarta Butuh Pelestarian Lingkungan, Sementara ada kesadaran yang tumbuh tentang pelestarian lingkungan, tidak banyak yang dilakukan untuk mendidik masyarakat tentang bangunan hemat energi.

Bandar Taruhan Casino Slot Online – Dari konstruksi hingga operasi, bangunan di seluruh dunia telah mengonsumsi 40 persen dari energi yang dihasilkan negara dan 12 persen air bersih. Selain itu, bangunan berkontribusi 25 persen dari produksi limbah global dan 35 persen emisi gas rumah kaca, menurut perusahaan manajemen energi global Schneider Electric.

Ketua Green Building Council Indonesia (GBCI) Iwan Prijanto mengatakan pada hari Selasa bahwa kurangnya kesadaran telah menghambat proyek-proyek green building di Jakarta dan nasional.

“Anggota GBCI terdiri dari hampir semua pengembang di Indonesia. Ada juga peraturan yang membuat bangunan hijau wajib. Tetapi jika tidak ada permintaan dari Judi Slot Online pasar, itu tidak akan ke mana-mana, “kata Iwan.

Pemerintah, melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, serta pemerintah Jakarta, telah mengeluarkan Peraturan Menteri No. 2/2015 dan Peraturan Gubernur No. 38/2012, masing-masing, untuk mengurangi dampak lingkungan dari sektor konstruksi.

Keputusan gubernur Jakarta menetapkan bahwa pengembang harus mematuhi persyaratan hijau dengan bangunan hemat energi dan air atau gagal menerima izin konstruksi.

Persyaratan ini juga ada di kota-kota lain, seperti Bandung di Jawa Barat, Medan di Sumatra Selatan dan Denpasar di Bali.

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan telah mengubah salah satu bangunan di kompleks kantornya di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, sebagai contoh. Bangunan ini telah disertifikasi oleh GBCI dan dinyatakan sebagai gedung pemerintah pertama yang menerapkan konsep hijau.

Sertifikasi ini didasarkan pada standar bangunan hijau GBCI, yang disebut Greenship.

Tantangan besar berikutnya datang dari bangunan yang ada yang tidak mematuhi peraturan hijau. Di Jakarta, lebih dari 90 persen dari semua bangunan dibangun sebelum peraturan bangunan hijau dikeluarkan.

Menurut manajer segmen Schneider Electric Indonesia untuk perawatan kesehatan dan real estat, Ferry Kurniawan, yang paling bisa mereka lakukan adalah memperbaiki beberapa bagian bangunan untuk memenuhi sejumlah persyaratan hijau.

“Itu mungkin tidak dilakukan sekaligus. Awalnya mereka bisa, misalnya, mengganti bola lampu atau mengganti sistem AC mereka dengan yang ramah lingkungan, ”katanya.

Akan jauh lebih mudah, Ferry menambahkan, jika pengembang telah menerapkan konsep hijau dari perancangan cetak biru bangunan. Dalam merencanakan bangunan, pengembang dapat menerapkan konsep desain hijau dan cerdas, yang mencakup koneksi internet untuk menghubungkan bangunan dan semua perangkat yang terpasang di dalamnya ke cloud atau data besar.

“Di Schneider, kami memiliki produk dan layanan yang mematuhi konsep bangunan pintar, menggunakan Internet of Things, big data, dan analitik,” kata Ferry.

Ferry mengklaim bahwa bangunan pintar tidak hanya lebih hemat energi tetapi juga lebih nyaman. Mereka juga dapat menghemat uang dengan membayar lebih sedikit untuk listrik setiap bulan.

Sementara itu, penghuni bisa menikmati pencahayaan dan sirkulasi udara yang lebih baik. Kedua inisiatif juga dapat mengontrol penggunaan energi dengan lebih baik, tambahnya.

“Ini membutuhkan semua pihak untuk mendukung gerakan pembangunan hijau atau pintar; pemerintah, pengembang, pelanggan dan juga bank, ”kata Iwan.

Oleh bank, Iwan berarti semua kebijakan perbankan di bawah Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) No. 51 / POJK.03 / 2017 tentang keuangan berkelanjutan. Peraturan ini bertujuan untuk meningkatkan pembiayaan untuk proyek-proyek yang mempromosikan energi terbarukan, efisiensi energi, bangunan hijau, pariwisata hijau dan perikanan dan pertanian berkelanjutan.

“Lagipula, keberlanjutan juga bisa bertahan. Ini tentang apakah kita dan anak-anak kita bisa bertahan di tengah semua perubahan lingkungan ini, “tambah Iwan.

Pada bulan Juli, Surabaya akan menjadi tuan rumah Indonesia Smart Building Week 2019 City. Acara, yang merupakan yang ketiga dari jenisnya, akan mencakup seminar dan pameran untuk semua hal yang berkaitan dengan bangunan pintar, mulai dari produk, teknologi hingga layanan untuk sistem bangunan dan otomatisasi yang mendukung efisiensi energi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *