Bekasi Menaikkan Pajak Properti Tanpa Pemberitahuan

Bekasi Menaikkan Pajak Properti Tanpa Pemberitahuan, Warga Bekasi mengeluhkan kenaikan pajak bumi dan bangunan (PBB) baru-baru ini, mengklaim bahwa tagihan pajak mereka telah berlipat ganda.

Bandar Taruhan Casino Slot Online – Beberapa warga turun ke media sosial untuk menyuarakan keprihatinan mereka, seperti Dewie Fitriani, yang memposting di akun Facebooknya bahwa tagihan pajaknya telah meningkat sebesar 100 persen.

“Tahun lalu sekitar Rp 400.000 [US $ 29] dan tahun ini hampir Rp 800.000. Saya kaget karena biasanya kenaikan pajak setiap tahun hanya sekitar 10 persen, ”tulis Dewie, Senin malam.

Warga lain, Shinta Permata, mengatakan tagihan pajaknya naik lebih dari dua kali lipat. “Tidak apa-apa jika sedikit meningkat, meskipun ini merupakan beban, tetapi jangan menambahnya terlalu tinggi dari Rp 400.000 menjadi Rp 1 juta,” kata Shinta.

Kepala Badan Penghasilan Daerah (Bapenda) Bekasi Aan Suhanda mengatakan kenaikan pajak itu disebabkan oleh kenaikan nilai Judi Slot Online pajak properti (NJOP) untuk menyesuaikan dengan harga pasar tanah di Bekasi.

“Kami meningkatkannya sebagian, bukan secara sporadis, karena kami juga memperhatikan kemampuan penduduk [untuk membayar],” kata Aan pada hari Selasa, lapor kompas.com.

Peningkatan NJOP didasarkan pada Peraturan Kota Bekasi No. 2/2012 dan Peraturan Walikota Bekasi No. 37/2012 tentang pajak bumi dan bangunan.

Aan mengatakan kenaikan NJOP tertinggi adalah di Jl. Pusat bisnis Ahmad Yani, dari tahun lalu Rp 10 juta per meter persegi menjadi Rp 12,6 juta tahun ini

Dia mengatakan ada tiga kategori NJOP. Untuk tanah bernilai kurang dari Rp 500 juta tarif pajak bumi dan bangunan adalah 0,1 persen, untuk tanah bernilai antara Rp 500 juta dan Rp 1 miliar, tarifnya 0,15 persen dan untuk tanah yang bernilai lebih dari Rp 1 miliar tarifnya 0,25 persen.

Dia mengatakan itu tidak biasa untuk beberapa tagihan pajak meningkat lebih dari 100 persen dari tahun lalu.

“Ini bisa disebabkan oleh kenaikan NJOP di daerah mereka. Dari nilai tanah Rp 500 juta dengan tarif pajak hanya 0,1 persen, kenaikan hingga lebih dari Rp 500 juta menjadikannya dikenakan tarif lebih dari 0,15 persen. Itu cukup tinggi, “kata Aan.

Dia mengatakan pemerintah Bekasi mengatakan tidak perlu mengumumkan kenaikan pajak tanah dan bangunan karena warga memiliki kewajiban untuk membayar pajak ke kota.

Dia mengatakan dia berharap warga dapat memahami keputusan pemerintah untuk meningkatkan NJOP karena dia mengklaim bahwa pajak masih terjangkau bagi penduduk dan pajak akan meningkatkan pendapatan kota Bekasi. (ami)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *