Cadangan Devisa Menguat Pada Bulan Februari Lalu

Cadangan Devisa Menguat Pada Bulan Februari Lalu, Penerbitan obligasi global berdenominasi asing oleh pemerintah telah berkontribusi untuk memperkuat posisi cadangan devisa negara, Bank Indonesia (BI) mengumumkan pada hari Jumat.

Bandar Taruhan Casino Slot Online – Cadangan devisa tercatat US $ 123,3 miliar pada Februari, lebih tinggi dari US $ 120,1 miliar yang dibukukan pada Januari.

Bank sentral memperkirakan tingkat cadangan devisa saat ini cukup untuk membiayai 6,9 bulan impor atau 6,7 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri jangka pendek pemerintah. Tingkat cadangan devisa jauh di atas standar kecukupan internasional sekitar tiga bulan impor.

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan di Jakarta pada hari Jumat bahwa angka cadangan devisa terbaru adalah “lebih dari cukup” untuk Indonesia untuk pembayaran utang luar negeri jangka pendek, pembiayaan impor dan untuk bertindak sebagai penyangga bagi bank sentral dalam menstabilkan rupiah. nilai.

“Peningkatan cadangan devisa [pada bulan Februari] lebih dari cukup untuk membiayai impor, utang luar negeri jangka pendek [pemerintah] dan untuk menstabilkan nilai Judi Slot Online tukar rupiah,” kata Perry.

Peningkatan cadangan devisa didorong oleh penerbitan sukuk global (obligasi syariah), serta penerimaan devisa dari sektor minyak dan gas, kata BI dalam sebuah pernyataan.

Pemerintah telah menerbitkan sukuk global senilai $ 2 miliar bulan lalu, yang terdiri dari sukuk global hijau senilai $ 750 juta dengan jatuh tempo 5,5 tahun dan sukuk $ 1,25 miliar dengan jatuh tempo 10 tahun.

Namun, peningkatan cadangan devisa terjadi pada saat rupiah sedikit melemah karena sentimen risk-off di pasar, yang menyebabkan dolar Amerika Serikat lebih kuat.

Rupiah melemah ke Rp 14.223 terhadap greenback pada hari Jumat, turun dari level hari sebelumnya Rp14.129 per dolar AS, data dari Kurs Dolar Antar Bank Jakarta (JISDOR) mengungkapkan. Posisi rupiah di pasar spot bahkan lebih lemah di Rp14.314 per dolar AS, turun 1,21 persen, menurut data dari Bloomberg.

Perry mengatakan bank sentral akan mempertahankan kehadirannya di pasar valuta asing untuk menstabilkan rupiah, bersama dengan nilai fundamentalnya, sementara juga menjaga mekanisme pasar.

Dia menambahkan bahwa depresiasi rupiah selama seminggu terakhir terutama didorong oleh faktor-faktor risiko eksternal yang mendorong greenback, seperti data manufaktur positif dari AS, pernyataan dovish Bank Sentral Eropa (ECB), pergerakan naik harga minyak global dan faktor geopolitik seperti ketidakpastian Brexit dan kegagalan KTT AS dan Korea Utara baru-baru ini untuk menghasilkan hasil yang positif.

“Faktor-faktor global ini membawa sentimen risk-off, yang menyebabkan penguatan dolar AS terhadap mata uang lainnya, termasuk rupiah,” kata Perry, menambahkan bahwa faktor-faktor domestik tetap positif, ditandai dengan inflasi yang rendah dan modal portofolio asing yang masuk, antara lain sesuatu.

Ekonom yang berbasis di Tokyo Eric Sugandi mengatakan faktor-faktor yang dikutip oleh Perry kemungkinan bersifat sementara, sementara mengidentifikasi bahwa potensi penurunan ekonomi global, serta di ekonomi AS dan Cina, pada 2019 dan 2020 adalah ancaman potensial terhadap rupiah. nilai dalam jangka panjang.

“Perlambatan pertumbuhan AS dan China dapat menekan ekspor Indonesia, yang akan melemahkan dukungan fundamental dari ekonomi Indonesia untuk [nilai tukar] rupiah,” kata Eric.

Depresiasi nilai rupiah yang terus-menerus dapat memaksa BI melakukan intervensi di pasar untuk menstabilkan mata uang, suatu langkah yang akan menguras cadangan devisa, kata direktur riset Pusat Reformasi Ekonomi (CORE) Indonesia Piter Abdullah.

Namun, ia mengatakan bahwa perkembangan eksternal tetap miring ke bawah, ditandai oleh perlambatan pertumbuhan global dan sikap dovish oleh Federal Reserve Amerika Serikat.

“Lingkungan global dovish kemungkinan akan lebih berpengaruh dalam jangka panjang, [yang akan menyebabkan] sedikit tekanan pada rupiah dan cadangan devisa yang terjaga,” kata Piter, seraya menambahkan bahwa Indonesia akan memiliki kesempatan untuk membangun cadangan devisanya karena rupiah stabil.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *