Masyarakat Masih Tidak Berminat Berkampanye Untuk Prabowo

Masyarakat masih tidak berminat berkampanye untuk Prabowo. Kurang dari sebulan sebelum hari pemilihan, namun Partai Demokrat masih sibuk dengan targetnya sendiri untuk pemilihan legislatif sementara tidak berbuat banyak untuk tiket kepresidenannya Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Pada akhir tahun lalu, ketua partai Susilo Bambang Yudhoyono mengakui bahwa partainya memprioritaskan pemilihan legislatif untuk mendapatkan kursi legislatif sebanyak mungkin, tetapi kemudian berjanji untuk memulai kampanye untuk Prabowo pada bulan Maret tahun ini.

Bandar taruhan Casino Slot Online – Namun, tidak ada tindakan yang membuktikan Judi Slot online bahwa partai akan memberikan segalanya untuk Prabowo, bahkan lebih buruk lagi, Yudhoyono menarik diri dari pemilihan legislatif dan presiden April setelah istrinya, Ani, didiagnosis menderita leukemia. Yudhoyono telah memutuskan untuk menemani istrinya, yang menerima perawatan medis intensif di Singapura, dan menyerahkan komando partai untuk kampanye pemilihan kepada putra sulungnya, Agus Harimurti.

Dalam kapasitasnya sebagai pemimpin Komando Bersama partai (Kogasma) untuk pemilihan 2019, Agus memimpin pada hari Sabtu pertemuan konsolidasi pertamanya dengan para eksekutif dewan pusat partai dan perwakilan dari semua bab provinsi. “Saya siap memimpin partai untuk memenangkan pemilihan legislatif,” kata Agus.

Sementara dalam pemilu 2014 partai memperoleh 10persen,19 persen suara dalam pemilihan legislatif, Agus mengatakan ia menargetkan untuk mencapai lebih banyak tahun ini. Namun, selama pertemuan, ia tidak mengatakan apa-apa tentang kampanye Prabowo-Sandiaga. Sekretaris Jenderal Demokrat Hinca Pandjaitan mengatakan, partai tersebut telah mengirim beberapa anggota Masyarakat untuk bekerja dengan tim kampanye Prabowo, dan dia menganggap itu sudah lebih dari cukup.

“Kami telah menugaskan beberapa anggota partai ke tim. Kita seharusnya tidak ikut campur dalam pekerjaan [tim kampanye presiden] lagi. [Mandat Yudhoyono] hanya tentang pemilihan legislatif, “kata Hinca. Agus memberikan pidato pada hari Jumat setelah menerima mandat dari ayahnya untuk mengambil alih perintah partai untuk memimpin kampanye pemilihan.

Mantan perwira Angkatan Darat itu berbicara lebih banyak tentang masa depan partai politik yang telah dibangun dan dijalankan oleh ayahnya dan seluruh keluarganya. Dia mengatakan pemilihan legislatif dan presiden bersamaan saat ini telah membagi partai politik dan pemilih di belakang dua tiket kepresidenan – Prabowo-Sandiaga dan Presiden Joko “Jokowi” Widodo-Ma’ruf Amin.

Sistem itu, kata Agus, telah merugikan partai-partai berukuran menengah seperti Demokrat, yang tidak memiliki anggotanya sebagai kandidat presiden dan wakil presiden. Partai-partai berukuran menengah harus bertarung dengan sengit dalam pemilihan legislatif karena mereka tidak akan menerima efek coattail dari kandidat yang mencalonkan diri dalam pemilihan presiden.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *