Menteri Melihat Kursi House Pada Tahun 2019, Selebriti

Menteri Melihat Kursi House Pada Tahun 2019, Selebriti, Nama-nama penyanyi, aktor, dan menteri terkenal adalah di antara ribuan yang terdaftar di Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada hari Selasa, hari terakhir pendaftaran bagi mereka yang mengincar kursi di Dewan Perwakilan Rakyat setelah pemilihan legislatif tahun depan.

Bandar Taruhan Casino Slot Online – KPU di Jakarta, yang buka hingga tengah malam, menerima pengajuan dari lebih dari 5.000 calon hingga Selasa malam, di antaranya Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna Laoly dan Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani. Keduanya adalah anggota Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) yang masing-masing menjadi anggota parlemen pada tahun 2004 dan 2009.

Juru bicara kepresidenan Johan Budi juga dilaporkan terdaftar sebagai kandidat legislatif untuk PDI-P.

Pada hari Selasa, anggota dewan eksekutif PDI-P Andreas Hugo Pareira mengatakan hanya dua menteri dari partai yang akan ikut pemilihan.

“Dari lembaga eksekutif, Yasonna dan Puan akan menjadi kandidat Judi Slot Online legislatif kami. […] Itu adalah partai yang meminta mereka untuk ikut pemilihan, ”tambah Andreas.

PDI-P juga mendaftarkan vokalis Ian Kasela, yang memimpin band Radja, dan penyanyi Krisdayanti dan Harvey Malaiholo.

“Kami berharap mereka akan mendorong [rakyat] untuk lebih mencintai budaya Indonesia melalui lembaga legislatif,” kata Sekretaris Jenderal PDI-P, Hasto Kristiyanto.

Partai mendaftarkan sekitar 575 kandidat legislatif yang mewakili 80 daerah pemilihan dengan KPU.

Petinju terkenal Chris John, penyanyi dangdut Kristina dan beberapa aktris – Nafa Urbach, Tessa Kaunang dan Wanda Hamidah – juga ada dalam daftar kandidat legislatif yang terdaftar di KPU. Mereka semua adalah anggota Partai NasDem.

Sekretaris Jenderal NasDem Johnny G. Platte mengatakan badan legislatif membutuhkan orang-orang dari industri yang dapat menerapkan kebijakan dan peraturan yang mengembangkan seni dan budaya Indonesia.

Namun, dia tidak menyangkal bahwa mendaftarkan begitu banyak tokoh publik dalam kontes itu adalah bagian dari strategi politik partai untuk memenangkan besar dalam pemilihan legislatif, mengingat popularitas para selebritas.

“Kami yakin mereka memiliki integritas dan kompeten [untuk memasuki arena politik],” kata Johnny. (evi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *