Chat with us, powered by LiveChat

Nelayan Terkenal Tertangkap Di Indonesia Setelah Pengejaran Bertahun Tahun

Nelayan Terkenal Tertangkap Di Indonesia Setelah Pengejaran Bertahun Tahun, Angkatan Laut Indonesia telah menyita kapal nelayan terkenal yang dicari secara internasional di Selat Malaka.

Bandar Taruhan Casino Slot Online – Awak Andrey Dolgov berusaha melarikan diri ketika mencoba memancing di daerah itu pada bulan April tahun lalu. Saat mencoba keluar dari perairan Indonesia, drone Angkatan Laut dan pesawat pengintai telah mengelilingi kapal.


Selat Malaka, hamparan air sempit sepanjang 890 kilometer antara Semenanjung Malaya dan Sumatra, tetap rentan terhadap kejahatan lintas negara sebagaimana dibuktikan oleh tingginya jumlah upaya penyelundupan narkoba yang telah digagalkan oleh pihak Judi Slot Online berwenang dalam beberapa tahun terakhir.


Personel AL kemudian naik ke kapal. Para kru menyerah dan menyerah kepada Angkatan Laut.

“Awak kapal perahu bersikeras bahwa mereka tidak menangkap ikan secara ilegal karena mesin dan peralatan penangkapan ikan lainnya rusak,” Andrea Aditya Salim, anggota unit khusus yang ditugaskan menangkap kapal, kata dikutip oleh kompas.com, Kamis.

Awak kapal terdiri dari 30 orang, termasuk 20 orang Indonesia, delapan orang Rusia, dan dua orang Australia.

Setelah diselidiki, petugas menemukan 600 jaring ikan yang membentang sekitar 30 kilometer, yang dilarang menurut Komisi Konservasi Sumber Daya Laut Antartika (CCAMLR).

Penangkapan tersebut telah mengakhiri operasi tiga minggu Angkatan Laut, bekerja sama dengan Interpol dan koalisi negara-negara Afrika, Fish-I Afrika.

Kapal itu sebelumnya telah disita di Mozambik dan Cina tetapi mampu mengatasi pertempuran hukum.

Kapal, yang juga dikenal sebagai “Ayda” dan “Sea Breeze 1”, adalah bagian dari organisasi kriminal yang berupaya beroperasi di negara-negara dengan celah dalam hukum maritim mereka, ditambah dengan penegak hukum yang korup.

CCAMLR telah membuat daftar hitam kapal pada tahun 2016 sementara Interpol juga memasukkannya ke dalam daftar kasus penangkapan ikan ilegal.

Selama lebih dari 10 tahun, awak kapal diduga telah meraup sekitar Rp 702 juta ($ AS50 juta) melalui penangkapan ikan secara ilegal.

Selain dari penangkapan ikan ilegal, ada juga tuduhan pencucian uang dan kerja paksa.

Di bawah pemerintahan Presiden Joko “Jokowi” Widodo, Indonesia telah menangkap dan menenggelamkan banyak kapal ilegal di perairannya, termasuk kasus baru-baru ini yang melihat lima kapal nelayan terkenal Vietnam berlayar di Batam. (mai)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *