Chat with us, powered by LiveChat

Papua Mempromosikan Noken Sebagai Pengganti Kantong Plastik

Papua Mempromosikan Noken Sebagai Pengganti Kantong Plastik, Nethy Dharma Somba

Provinsi Papua akan mempromosikan tas tradisionalnya, yang noken, sebagai alternatif dari kantong plastik mengingat kebijakan pemerintah yang mengharuskan toko untuk menagih pelanggan untuk kantong plastik.

Bandar Taruhan Casino Slot Online – Pembuat kerajinan tangan Marta Basik-Basik (kanan) berbicara dengan rekannya Max Binur di sela-sela pasar Noken di Jakarta pada 4 Desember 2015. Noken adalah jenis tas anyaman yang terbuat dari anyaman atau kulit kayu rajutan dan biasanya digunakan untuk membawa mulai dari bahan makanan hingga bayi. Kerajinan itu diakui sebagai benda Warisan Budaya Takbenda UNESCO pada tahun 2012. (JP / P. J. Leo)

Noken, tas yang terbuat dari anyaman atau kulit kayu yang diikat secara tradisional digunakan untuk membawa barang-barang mulai dari bahan makanan hingga bayi, telah diakui sebagai benda Warisan Budaya Takbenda UNESCO sejak 2012. Setiap desa di Papua memiliki tanda tangan noken.

“Mengganti plastik dengan noken akan meningkatkan Judi Slot Online industri noken di Papua. Jadi selain menyelamatkan lingkungan, kita juga dapat meningkatkan pendapatan wanita yang memproduksi noken di Papua,” kata petugas Program Diet Kantong Plastik Jayapura Yayan Sofyan, Jumat.

Kepala Badan Pengelolaan Lingkungan Jayapura Ketty Kailola juga menyarankan promosi noken di provinsi tersebut.

“Menggunakan noken bisa menjaga lingkungan dan melestarikan budaya,” kata Ketty.

Pemerintah meluncurkan program pengurangan kantong plastik bulan lalu, mengharuskan pengecer modern untuk membebani pelanggan Rp 200 (1 sen) untuk pelanggan. Program ini, yang akan diimplementasikan di 23 kota besar, adalah sebagai bagian dari upaya untuk mengurangi sampah plastik di negara itu, yang menggunakan 9,8 miliar kantong plastik setiap tahun.

Manajer toko Saga Mall, Harris Manuputty, mengatakan kebijakan itu secara bertahap mengubah perilaku konsumen.

“Ada pelanggan yang membawa tas plastik sendiri atau menolak untuk menggunakan kantong plastik,” katanya pada hari Jumat, menambahkan bahwa sekitar 3.000 hingga 4.000 orang berbelanja di Saga Mall setiap hari.

Dengan populasi 275.694 orang, Jayapura memproduksi sekitar 368 ton kantong plastik dalam setahun, menurut data dari pemerintah Jayapura.

Yayan dari Program Diet Kantong Plastik Jayapura mengatakan tidak semua sampah plastik dibawa ke tempat pembuangan akhir tetapi dibuang ke sungai, akhirnya menjadi limbah laut.

“Saya menyarankan pemerintah Jayapura mendesak orang-orang untuk tidak menggunakan kantong plastik sama sekali, bukan hanya mengenakan biaya untuk mereka,” katanya. (rin)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *