Chat with us, powered by LiveChat

Pemindai Termal Dipasang Di Pelabuhan Indonesia Setelah Cacar Singapura

Pemindai Termal Dipasang Di Pelabuhan Indonesia Setelah Cacar Singapura, Pemantauan orang yang datang melalui udara dan laut dari Singapura telah meningkat di Pekanbaru, Riau, dan di Batam, Kepulauan Riau, setelah negara-kota melaporkan kasus manusia pertama dari virus monkeypox langka.

Bandar Taruhan Casino Slot Online – Singapura melaporkan pada akhir pekan bahwa pihaknya telah mengidentifikasi kasus monkeypox yang dibawa oleh seorang pria Nigeria. Pria itu dirawat di rumah sakit di ruang isolasi untuk mencegah penyebaran virus. Dua puluh dua orang lain yang pernah dihubungi juga ditahan di tempat yang terpisah.

Operator bandara milik negara PT Angkasa Pura II (AP II), yang mengawasi bandara di Indonesia bagian barat, mengatakan pihaknya bekerja sama dengan kantor kesehatan pelabuhan (KKP) untuk meningkatkan pemantauan di 13 bandara internasionalnya.

“Salah satu caranya adalah dengan memasang pemindai termal di bandara. Jika mereka mengidentifikasi pasien yang dicurigai, tindakan yang diperlukan akan diambil,” wakil presiden AP II untuk komunikasi korporat Yado Yarismano mengatakan kepada The Jakarta Post pada hari Rabu.

Salah satu bandara internasional AP II adalah Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim (SSK) II di Pekanbaru. KKP Pekanbaru memasang pemindai termal di gerbang kedatangan bandara pada hari Minggu untuk mendeteksi kasus monkeypox.

Kepala KKP Pekanbaru, Syarifuddin Saragih mengatakan, pemindai termal telah dipasang untuk memeriksa 50 hingga 100 orang yang tiba setiap hari dengan penerbangan langsung dari Singapura.

“Wisatawan dari Singapura berpotensi terinfeksi judi slot online oleh monkeypox dan menyebarkannya di sini,” katanya.

Syarifuddin menambahkan bahwa sejauh ini tidak ada penumpang yang ditemukan membawa virus.

Meskipun Departemen Kesehatan tidak memberikan instruksi untuk memperketat pengawasan, Syarifuddin mengatakan kantornya akan terus memindai penumpang dari Singapura sampai situasinya dinyatakan aman.

Operator milik negara PT Angkasa Pura I (AP I), yang mengawasi bandara di Indonesia bagian tengah dan timur, juga akan berkoordinasi erat dengan KKP dan Kementerian Kesehatan untuk mencegah penyebaran virus, termasuk dengan memasang pemindai termal di internasionalnya. bandara, kata juru bicara Awaluddin.

Monkeypox adalah penyakit virus langka yang muncul di bagian terpencil Afrika tengah dan barat pada 1970-an. Gejala pada manusia termasuk lesi, demam, nyeri otot dan kedinginan. Meski dianggap lebih ringan daripada cacar, penyakit ini juga bisa menyebabkan kematian.

Sebelum Singapura, kasus manusia hanya ditemukan di Amerika Serikat pada 2003 dan Inggris dan Israel tahun lalu.

Direktur Jenderal Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Kementerian Kesehatan Indonesia Anung Sugihantono mengatakan virus itu menyebar melalui kontak langsung dengan darah yang terinfeksi atau cairan tubuh lain atau dengan hewan yang terinfeksi. Kasus manusia sangat jarang.

“Belum ada kasus manusia yang dilaporkan di Indonesia,” katanya.

Pemerintah kota Batam juga menyiapkan pemindai termal pada hari Sabtu di lima pelabuhan internasional, yaitu Batam Centre, Citra Tritunas, Sekupang, Marina dan Nongsa Point Marina, yang secara langsung menghubungkan kota dan Singapura. Menurut Kantor Imigrasi Batam, 3,3 juta orang tiba di lima pelabuhan tahun lalu, termasuk 1 juta orang Singapura dan 700.000 orang dari negara lain.

Jika penumpang ditemukan memiliki gejala, petugas KKP akan merujuk mereka ke Rumah Sakit Zona Perdagangan Bebas Batam dan Rumah Sakit Umum Embung Fatimah, yang telah ditetapkan oleh pemerintah sebagai penyedia utama perawatan untuk pasien yang diduga menderita monkeypox.

Kepala Dinas Kesehatan Batam Tjeptjep Yudiana mengatakan pemantauan penumpang dari Singapura akan berlanjut sampai 22 orang yang terisolasi di Singapura dinyatakan bebas monkeypox.

“Masa inkubasi adalah 21 hari, yang akan berakhir pada akhir bulan ini, jadi kami akan menunggu sampai saat itu untuk memutuskan langkah kami berikutnya,” kata Tjeptjep kepada Post.

Dia mengatakan bahwa sejauh ini, KKP belum mendeteksi orang dengan monkeypox di pelabuhan. Agen belum mengeluarkan travel warning setelah laporan itu, tambahnya. (ars)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *